Lintasutara.com – Perkembangan jumlah penduduk miskin di Nusa Utara, Sulawesi Utara, yang mencakup Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kepulauan Talaud, dan Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro), menunjukkan dinamika yang cukup fluktuatif dalam lima tahun terakhir.
Berdasarkan Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sulawesi Utara, periode 2021 hingga 2025 menunjukkan bahwa upaya penurunan kemiskinan di kawasan kepulauan ini masih menghadapi berbagai tantangan.
Salah satunya tercermin dari fakta terbaru bahwa ketiga kabupaten tersebut mengalami kenaikan angka kemiskinan secara bersamaan pada tahun 2025.
Lantas, bagaimana perbandingan jumlah penduduk miskin di ketiga wilayah tersebut?
Gambaran Umum Tren Jumlah Penduduk Miskin di Nusa Utara
Secara umum, ketiga kabupaten (Sangihe, Talaud, Sitaro) menunjukkan pola yang relatif mirip, yaitu penurunan pada 2022, kemudian mengalami kenaikan kembali pada 2023.
Selanjutnya, jumlah penduduk miskin cenderung stabil dengan peningkatan yang relatif kecil di tahun 2025.
Jika dibandingkan, Kepulauan Sangihe secara konsisten berada pada posisi tertinggi, diikuti oleh Kepulauan Talaud, sementara Sitaro menjadi daerah dengan jumlah penduduk miskin terendah di Nusa Utara.
Sangihe Catat Angka Kemiskinan Tertinggi dari 3 Kabupaten di Nusa Utara
Kabupaten Kepulauan Sangihe secara konsisten mencatat jumlah penduduk miskin tertinggi di Nusa Utara.
Pada tahun 2021, angka kemiskinan berada di level 14,55 ribu, lalu menurun menjadi 13,89 ribu orang pada 2022.
Namun, tren positif ini tidak bertahan lama. Pada 2023, angka kemiskinan kembali meningkat menjadi 14,60 ribu orang, yang merupakan titik tertinggi selama periode lima tahun tersebut.
Pada 2024 terjadi sedikit perbaikan menjadi 14,38 ribu, sebelum kembali naik ke 14,49 ribu pada 2025.
Berdasarkan data tersebut, maka dapat disimpulkan bahwa lebih dari 10 persen jumlah penduduk Sangihe termasuk dalam kategori miskin pada tahun 2025.
Kabupaten Talaud: Kemiskinan Sempat Turun, Tapi Naik Lagi di Tahun 2025
Di Kepulauan Talaud, jumlah penduduk miskin pada 2021 tercatat sebesar 8,37 ribu orang dan menurun menjadi 7,72 ribu pada 2022.
Penurunan ini cukup signifikan, namun tidak bertahan lama. Pada 2023, angka kemiskinan kembali meningkat menjadi 7,97 ribu.
Tahun 2024 mengalami penurunan ke 7,74 ribu, tetapi kembali naik lebih dari 200-an orang, sehingga menjadi 7,95 ribu pada 2025.
Dengan jumlah penduduk Talaud mencapai 99,28 ribu pada tahun 2025, maka persentase jumlah penduduk miskin di Talaud sekitar lebih dari 8 persen dari total populasi di Kabupaten tersebut.
Jumlah Penduduk Miskin di Sitaro Terendah, Cenderung Stabil
Berbeda dengan dua daerah lainnya, Kabupaten Kepulauan Sitaro mencatat jumlah penduduk miskin paling rendah di wilayah Nusa Utara.
Pada 2021, jumlah penduduk miskin di Sitaro tercatat sebanyak 6,00 ribu orang.
Jumlah ini turun di tahun 2022 dengan angka penduduk miskin mencapai 5,53 orang.
Pada 2023, jumlah penduduk miskin di Sitaro sempat naik menjadi 5,92 ribu orang, namun kembali turun menjadi 5,63 orang pada 2024 dan relatif stabil di angka 5,64 orang pada 2025.
