Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Dinkes Sangihe Fokus Layani Daerah Terpencil, Perbatasan dan Kepulauan: Screening Kesehatan Massal Dimulai di Nusa Tabukan

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe menggelar Rapat Perencanaan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (DTPK), Kamis (15/5). Fokus utama pelayanan tahun ini akan dimulai dari wilayah Kecamatan Nusa Tabukan.

Kepala Dinas Kesehatan Daerah, dr. Handry Pasandaran, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan wujud implementasi dari Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, khususnya dalam upaya menurunkan prevalensi tuberkulosis (TBC), mengendalikan stunting, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara menyeluruh.

“Penurunan angka mortalitas dan morbiditas akibat penyakit menular maupun tidak menular hanya bisa dicapai jika kita melakukan deteksi dini kepada seluruh penduduk. Karena itu, salah satu kebijakan strategis kami adalah pelaksanaan pemeriksaan kesehatan gratis atau Program Cek Kesehatan Gratis (PKG),” ujar dr. Pasandaran.

Lebih lanjut, Pasandaran menegaskan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari program 100 hari kerja pemerintahan Bupati Michael Thungari dan Wakil Bupati Tendris Bulahari, yang menaruh perhatian besar pada pembangunan sektor kesehatan.

Baca Juga:
Dinkes
Kepala Dinas Kesehatan Daerah Kepulauan Sangihe, dr. Handry Pasandaran Memberi Arahan Dalam Rapat Perencanaan Pelaksanaan Pelayanan Kesehatan di Daerah Terpencil, Perbatasan, dan Kepulauan (Foto : Ist)

Pelayanan kesehatan yang akan dilakukan di Kecamatan Nusa Tabukan ini berbeda dari pengobatan gratis pada umumnya. Dinas Kesehatan menargetkan seluruh penduduk, tanpa terkecuali, akan menjalani pemeriksaan menyeluruh untuk mendeteksi tanda-tanda penyakit seperti TBC dan penyakit tidak lainnya.

“Kami akan menyisir seluruh kampung yang ada di Nusa Tabukan dengan tim medis lengkap, termasuk dokter spesialis. Ada dua kegiatan utama yang akan dilaksanakan, yaitu edukasi kepada masyarakat agar mereka sadar pentingnya menjaga pola hidup sehat, dan screening kesehatan serta
memastikan seluruh penduduk memiliki jaminan kesehatan,” tegasnya.

Program ini melibatkan kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan sejumlah dinas terkait serta unsur TNI dan Polri. Seluruh kegiatan ini dibiayai melalui Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Sangihe Tahun 2025.

“Tujuan utama kami adalah mengubah pola pikir masyarakat agar tidak hanya datang berobat ketika sudah dalam keadaan darurat, tapi mulai menjaga kesehatan sejak dini,” tutup dr. Pasandaran.

(Penulis / Editor : Theodorus)

Bagikan:

Artikel terkait

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

Terkini