Sangihe, Lintasutara.com – Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 8 Satu Atap (Satap) Tabukan Utara (Tabut) menyelenggarakan EksplorAksi, Selasa (10/2/2026).
Berlangsung di halaman sekolah, hajatan ini menjadi puncak kegiatan kokurikuler semester Gasal tahun 2025/2026, dengan para siswa sebagai pelaku, guna menunjang proses intrakulikuler; mewujudkan dimensi profil lulusan terbaik.
Beragam pentas siswa sukses mengundang decak kagum dalam kegiatan ini, mulai dari upacara adat Tulude, tari kreasi baru berbasis kearifan lokal hingga pemutaran film pendek bertema indahnya kebhinekaan.
Tak hanya pentas, Kepala SMP N 8 Satap Tabut, Amellia T.P. Kansil,M.Pd menyebutkan, para siswa juga menghasilkan karya tulis yang dibukukan, sebagai bagian dari penguatan literasi sebagai refleksi dari tema “Jejakku Mengenal Tulude dan Indahnya Kebhinekaan”.
“Tampilan dan kreasi para siswa menjadi bukti nyata proses belajar berkesadaran, bermakna dan menggembirakan, sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap budaya lokal dan semangat kebhinekaan,” ujar Kansil.
Dari Temu Bupati Hingga Peluncuran Buku Karya Siswa
Dalam proses menelusur data, lanjutnya, anak – anakpun bisa mendapatkan momentum spesial; berjumpa langsung Bupati Kepulauan Sangihe, Michael Thungari di ruang kerjanya. Orang nomor satu itu, menyempatkan diri menjadi narasumber sekaligus pengajar.
Tentu bukan hanya Bupati, para siswa bisa menggali lebih dalam berbagai materi dari Camat Tabukan Utara, Kapitalaung Bowongkulu 1, para Tokoh Agama, Tokoh Adat, hingga Tokoh Masyarakat.
“Buku karya murid tersebut secara simbolis kami serahkan ke Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Kepulauan Sangihe, sebagai kontribusi Sekolah dalam mendukung gerakan literasi dan pelestarian karya generasi muda daerah,” lanjut Kansil.
Membangun Karakter Melalui Ekspresi Budaya
EksplorAksi menurutnya, memang memiliki rancangan awal guna memberi ruang kepada siswa agar berani mengekspresikan potensi yang mereka miliki.
“Kegiatan ini bukan sekadar pentas, tetapi sebuah proses pembelajaran yang menumbuhkan kreativitas, gotong royong, kecintaan terhadap budaya, serta kemampuan berkomunikasi dan berkarya sebagai bagian dari dimensi profil lulusan,” jelasnya.
Iapun berterima kasih atas kerja serius, kerja bersama sepenuh hati dari para guru untuk kemajuan anak-anak, serta dukungan semua elemen dalam mendukung kegiatan ini.
“Melalui kegiatan ini, sekolah berharap peserta didik semakin percaya diri, menghargai keberagaman, serta mampu melihat kebhinekaan sebagai kekayaan yang memperkuat kehidupan bersama,” pungkasnya.
Hadir mewakili Bupati Kepulauan Sangihe, Staf Ahli Bidang Pembangunan, Rivai Mahdang mengapresiasi agenda keren SMP N 8 Satap Tabut, Khususnya sebagai lembaga yang mempertahankan kelestarian budaya.
