Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Tulude 2026, Bersukacita dalam Berkat dan Rahmat Tuhan

Terbit:

Sangihe, Lintasutara.com – Suasana sakral menyelimuti Papanuhung Santiago Tampungang Lawo, Sabtu (31/1/2026). Ribuan masyarakat berkumpul mengikuti upacara adat Tulude, bersamaan ulang tahun ke 601 Daerah Kepulauan Sangihe.

Dalam pantauan, rentetan agenda dalam upacara adat berjalan baik; khusuk, dengan kondisi cuaca nan baik sedari awal hingga acara inti selesai.

Wajah Tulude, seyogianya tetap sama. Tidak ada perubahan, namun demikian selalu ada yang masyarakat nantikan; semangat berkebudayaan dan kebersamaan dalam syukur kepada Tuhan.

Tulude
Penjemputan Pimpinan dalam Pelaksanaan Tulude 2026 (Foto : Gerald Kobis)

“Tulude bukan sekedar tradisi tahunan, melainkan wujud ungkapan syukur kepada Tuhan atas pernyertaannya sepanjang perjalanan hidup, sekaligus ruang perjumpaan batin antara manusia, alam dan nilai – nilai luhur warisan leluhur, dalam menyongsong masa depan penuh harapan,” sebut Michael Thungari, Bupati Kepulauan Sangihe.

Baca Juga:

Gelaran Tulude tahun 2026, berjalan dengan tema “Pempahuliage Sularungu Alamate Kakendage Ghenghonalangi”, artinya Bersukacita dalam Berkat dan Rahmat Tuhan.

Maknai Sukacita Secara Utuh

Menurut Thungari, tema ini mengajak semua elemen untuk memaknai sukacita secara utuh dan dewasa. Bahwa sukacita tidak hanya lahir dari berkat, keberhasilan dan kebaikan, tetapi keseluruhan peristiwa selama satu tahun ini, baik suka maupun duka.

Dalam kearifan adat dan iman, ujar Thungari, setiap peristiwa hidup merupakan bagian dari proses pembentukan serta pendewasaan, lewat tantangan, ujian bahkan kegagalan.

Foto Bersama Para Pimpinan Daerah Bersama Tamu dalam Tulude 2026 (Foto : Gerald Kobis)

“Itu bukan hal terpisah, melainkan sarana untuk menumbuhkan hikmat, keteguhan dan kekuatan batin sehingga kita tetap mampu melangkah dengan iman dan pengharapan,” ucap Thungari dalam Upacara Adat Tulude pertamanya sebagai Bupati.

Enam abad dan 1 tahun sudah, perjalanan sejarah Sangihe. Menjadi saksi perjuangan, pengorbanan serta ketekunan para leluhur dalam membangun kehidupan bermasyarakat beradab – berbudaya juga beriman.

Thungari: 601 Bukan Sekedar Penanda Waktu Melainkan Cerminan Jati Diri

Bagi eks Wakil Rakyat Sangihe ini, usia panjang tersebut bukan sekedar penanda waktu melainkan cerminan jati diri; ketahanan dan semangat kebersamaan masyarakat Sangihe menghadapi dinamika zaman.

Tulude baginya, menumbuhkan kembali nilai – nilai luhur warisan para leluhur; kebersamaan, kerendahan hati, penghormatan terhadap alam serta keteguhan iman kepada Tuhan.

Ketua Badan Adat Sangihe, Lukman Makapuas Menabuh Gong dalam Upacara Adat Tulude 2026 (Foto : Gerald Kobis)

Hal itu sebagai pondasi moral dalam melanjutkan pembangunan daerah yang berkeadilan, berkelanjutan dan berorientasi pada kesejahteraan seluruh masyarakat.

“Kiranya, Tulude menjadi momentum rohani dan budaya bagi kita semua untuk menata hati dengan penuh syukur, mempererat persaudaraan, memperkuat jati diri serta mengukuhkan komitmen bersama dalam membangun masa depan penuh kerukunan, iman serta pengharapan dengan tetap berakar kuat pada nilai – nilai adat pun budaya yang kita junjung tinggi,” kuncinya.

Mailangkay: Ketangguhan Masyarakat Sangihe

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Victor Mailangkay pada kesempatan tersebut menegaskan jika Sangihe tetap berdiri tegak karena memiliki jangkar yang tertanam kuat pada adat istiadat.

“Usia 601 adalah bukti ketangguhan masyarakat Sangihe yang tetap eksis dan mandiri; memberikan kontribusi berharga di beranda utara NKRI. Tulude ada kompas spiritual bagi masyarakat Sangihe dengan kandungan nilai – nilai gotong royong, kerukunan dan ketaatan kepada Tuhan,” sebut Mailangkay.

Tulude
Pemotongan Kue Tamo dalam Upacara Adat Tulude 2026 (Foto : Gerald Kobis)

Membawakan sambutan Gubernur Sulut Yulius Selvanus Komaling, Mailangkay berpesan agar Tulude tetap menjadi benteng pertahanan budaya yang terjaga secara turun temurun, meski dalam arus modernisasi dan digitalisasi sebegitu deras.

“Kita harus memiliki komitmen bersama, untuk mewariskan nilai – nilai luhur ini kepada generasi muda agar mereka tidak kehilangan identitas sebagai putra – putri Sangihe beradab dan berbudaya. Tulude adalah perekat sosial; menyatukan perbedaan dalam semangat kekeluargaan nan tulus,” tekan Mailangkay.

Tulude
Bupati Kepulauan Sangihe Michael Thungari Memberikan Sambutan dalam Upacara Adat Tulude 2026 (Foto : Gerald Kobis)

“Kiranya Sangihe kedepan terus bertumbuh menjadi daerah mandiri, sejahtera serta religius. Kiranya sinergisme harmonis antara pemerintah daerah, provinsi dan pusat terus terjaga erat demi percepatan pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,” kuncinya.

(Advetorial)

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Menjawab Krisis Tenaga Medis, Bupati Sitaro Tempuh Jalur Kemenkes

Sitaro

Daftar Lengkap 16 Pejabat yang Dilantik Bupati Michael Thungari

Sangihe

Bulahari–Pasandaran Terima Status UHC, Pemda Sangihe Tegaskan Komitmen Layanan Kesehatan Gratis...

Sangihe

Ristam Pakaya Siap Dukung dan Hadiri Muswil PKB Sulut di Manado

Sangihe

Terkini