Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Relasi Sahabat Pakaya dan Tendris Bulahari dalam Politik Lokal Sangihe

Catatan 34 Tahun TB

Terbit:

Momentum ulang tahun ke-34 Tendris Bulahari pada Sabtu, (17/1/2026), menjadi penanda sosial yang menarik untuk membaca kembali relasi-relasi politik di Kabupaten Kepulauan Sangihe. Perayaan usia tidak sekadar dimaknai sebagai agenda personal, tetapi juga menjadi ruang interaksi sosial dan simbol posisi seorang figur dalam jejaring politik lokal.

Dalam politik lokal, relasi kekuasaan tidak selalu tampil dalam bentuk koalisi terbuka atau pernyataan dukungan resmi. Sebagian hubungan justru bekerja secara senyap melalui jejaring sosial, posisi kelembagaan, dan kepercayaan antarelite. Dinamika antara Organisasi Sahabat Pakaya dan Tendris Bulahari dapat dibaca dalam konteks tersebut sebagai bagian dari mekanisme politik lokal di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Sahabat Pakaya merujuk pada figur Ristam Pakaya, anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe yang saat ini menjabat sebagai Ketua Badan Kehormatan DPRD. Dalam struktur legislatif daerah, posisi ini memiliki fungsi normatif, terutama dalam menjaga etika, disiplin, dan kredibilitas lembaga. Peran tersebut memberi bobot tersendiri dalam peta relasi politik lokal, meski tidak berkaitan langsung dengan kewenangan anggaran atau eksekutif.

Dalam praktiknya, Sahabat Pakaya tidak beroperasi sebagai organisasi politik formal. Aktivitasnya lebih banyak berada pada wilayah sosial-kemasyarakatan dan komunikasi informal. Jejaring yang dibangun berfungsi menjaga kedekatan antara figur politik dan komunitas pendukungnya, sekaligus menjadi saluran aspirasi yang bekerja di luar mekanisme partai maupun struktur pemerintahan resmi.

Baca Juga:

Keberadaan Sahabat Pakaya memperlihatkan bagaimana aktor nonformal dapat memainkan peran dalam menjaga stabilitas politik lokal. Pengaruh yang muncul bersifat tidak langsung, bertumpu pada legitimasi sosial dan posisi kelembagaan figur yang dirujuk, bukan pada mobilisasi massa atau narasi politik yang konfrontatif.

Relasi dengan Tendris Bulahari berkembang dalam kerangka yang relatif serupa. Tidak terdapat deklarasi politik terbuka yang menandai kebersamaan keduanya. Namun, interaksi yang berulang dalam konteks sosial dan pemerintahan menunjukkan adanya kesesuaian orientasi, terutama terkait pengelolaan pemerintahan dan stabilitas daerah.

Tendris Bulahari

Basis Komunikasi Sosial dan Legitimasi – Pengambil Keputusan dan Implementasi Kebijakan

Dalam relasi tersebut, Sahabat Pakaya berperan menjaga basis komunikasi sosial dan legitimasi, sementara Tendris Bulahari bergerak pada wilayah pengambilan keputusan dan implementasi kebijakan. Pembagian peran ini bersifat fungsional dan saling melengkapi, tanpa menimbulkan eksposur politik yang berlebihan.

Pola konsolidasi yang terbentuk cenderung selektif dan tidak ekspansif. Tidak terlihat upaya membangun struktur politik baru secara terbuka atau melakukan mobilisasi besar-besaran. Pendekatan ini mencerminkan orientasi jangka menengah hingga panjang, dengan penekanan pada keberlanjutan relasi dan pengendalian risiko politik.

Dalam konteks politik lokal Sangihe, relasi antara Sahabat Pakaya dan Tendris Bulahari menunjukkan bahwa kekuatan politik tidak semata ditentukan oleh popularitas atau kontestasi elektoral.

Seorang pemerhati politik lokal di Sangihe menilai, pola relasi semacam ini bukan hal baru dalam dinamika politik daerah. Menurutnya, kekuatan politik kerap bekerja melalui jejaring sosial dan posisi kelembagaan yang terbangun secara bertahap. “Relasi yang tidak diekspos secara berlebihan biasanya justru diarahkan untuk menjaga stabilitas dan kesinambungan pemerintahan,” katanya. Faktor pengaruh kelembagaan, jejaring sosial, dan kemampuan mengelola hubungan antarelite turut membentuk keseimbangan kekuasaan.

Dinamika ini sekaligus menegaskan bahwa politik daerah kerap bergerak melalui mekanisme yang tidak selalu kasat mata. Relasi yang bekerja secara tenang dan terukur dapat memiliki implikasi nyata terhadap stabilitas pemerintahan dan arah kebijakan, meskipun jarang tampil dalam ruang publik.

Relasi Sahabat Pakaya dan Tendris Bulahari, dengan demikian, dapat dibaca sebagai bagian dari praktik politik lokal yang pragmatis dan berorientasi stabilitas. Bukan sebagai fenomena luar biasa, melainkan sebagai cerminan bagaimana kekuasaan di tingkat daerah sering kali dikelola melalui pengaruh, posisi, dan kepercayaan.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

108 Warga Siau Timur Mengungsi dengan Pakaian di Badan

Sitaro

Terkini