Dukung karya jurnalisme perbatasan Lintasutara.com
Lihat
LU TV

Diusia 34, Tendris Bulahari Menapaki Jalan Kepemimpinan Sangihe

Terbit:

Usia kerap menjadi penanda waktu. Namun dalam politik, usia sering kali berubah menjadi simbol: tentang kesiapan, momentum, dan arah masa depan. Sabtu, 17 Januari 2026, Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Tendris Bulahari berdiri di sebuah persimpangan penting—34 tahun, usia yang bagi sebagian orang masih dianggap awal, tetapi bagi Bulahari justru sudah sarat pengalaman dan tanggung jawab kekuasaan.

Tidak banyak politisi daerah yang di usia ini telah melewati dua dunia kekuasaan sekaligus: legislatif dan eksekutif. Tendris Bulahari telah melaluinya.

Dari Ruang Paripurna ke Ruang Kekuasaan

Jejak Tendris Bulahari di politik lokal Sangihe mulai dari kursi DPRD, ruang yang membentuk insting politik sekaligus kesadarannya tentang realitas pemerintahan. Dua periode sebagai anggota DPRD Kabupaten Kepulauan Sangihe bukan sekadar catatan administratif, melainkan proses pembelajaran panjang tentang kompromi, tarik-menarik kepentingan, dan seni membaca aspirasi masyarakat kepulauan.

Di ruang paripurna itu, Bulahari belajar bahwa kebijakan tak pernah lahir dalam ruang hampa. Ia terbentuk oleh suara konstituen, keterbatasan anggaran, dan dinamika relasi antar-elit lokal. Pengalaman inilah yang kelak menjadi modal penting ketika ia memilih menapaki jalan eksekutif.

Baca Juga:

Pilkada dan Titik Balik Politik

Persimpangan itu datang pada Pilkada Sangihe 2024. Dipinang untuk mendampingi Michael Thungari, Tendris Bulahari memasuki arena yang lebih keras dan terbuka. Pilkada bukan hanya soal program dan visi, tetapi juga ujian ketahanan politik, konsistensi sikap, serta kemampuan menjaga irama di tengah sorotan publik.

Kemenangan pasangan Thungari–Bulahari membuka babak baru. Pelantikan 20 Februari 2025 menandai transisi resmi Bulahari dari legislator menjadi Wakil Bupati Kepulauan Sangihe periode 2025–2030. Di titik inilah, politik berhenti menjadi wacana dan sepenuhnya berubah menjadi kerja.

Tendris Bulahari : Wakil di Tengah Panggung

Peran wakil kepala daerah sering kali berada di wilayah abu-abu: tidak sepenuhnya di depan, tetapi juga tak bisa hanya di belakang layar. Bulahari menjalani fase ini dengan ritme khas—menghadiri agenda strategis, mewakili bupati dalam forum formal, sekaligus menjaga kehadiran sosial di tengah masyarakat.

Di usia 34, ia memikul dua beban sekaligus: loyalitas struktural kepada kepala daerah dan ekspektasi publik sebagai pemimpin muda. Setiap langkahnya dibaca, setiap sikapnya ditafsirkan. Inilah konsekuensi berada di simpul kekuasaan daerah.

Usia Muda dan Beban Masa Depan

Usia muda memberi Bulahari keunggulan energi dan adaptasi. Namun di saat yang sama, usia ini juga membawa tuntutan pembuktian yang lebih besar. Publik menunggu bukan sekadar kehadiran seremonial, tetapi gagasan, ketegasan, dan keberanian mengambil peran substantif dalam pemerintahan.

Persimpangan usia 34 ini menjadi ruang refleksi: apakah ia akan memilih jalur aman sebagai wakil yang setia pada sistem, atau perlahan membangun karakter kepemimpinan yang lebih tegas dan berdiri sendiri.

Menatap Jalan Panjang Kepemimpinan

Bagi Sangihe, Tendris Bulahari adalah representasi generasi transisi—antara politik lama yang mapan dan harapan baru akan kepemimpinan yang lebih segar. Bagi Bulahari sendiri, usia 34 bukanlah puncak, melainkan titik pijak.

Di persimpangan ini, arah jalan masih terbuka. Lima tahun ke depan akan menentukan apakah nama Tendris Bulahari hanya tercatat sebagai bagian dari pemerintahan, atau tumbuh menjadi figur penting dalam sejarah kepemimpinan Kepulauan Sangihe.

Waktu, seperti biasa, akan menjadi saksi paling jujur.

Bagikan:

Artikel terkait

Tinggalkan Komentar

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Advertisement

Terpopuler

Mahasiswi Polnustar Jadi Korban Banjir Bandang Siau, Kampus Berduka dan Kehilangan

Sitaro

Dini Hari Maut di Siau Timur: Begini Jumlah Korban Sementara

Sitaro

LENTERA di Ujung Utara: Ketika Kejaksaan Hadir dengan Empati

Sangihe

Duo Dalughu Taklukan Jalur Speed WR, Sabet Emas ke- 2 untuk...

Olahraga

Gubernur Sulut Tinjau Lokasi Banjir Bandang Sitaro

Sitaro

Terkini