Manado, Lintasutara.com – Lintasan speed wall di Taman Berkat, Manado, mendadak riuh. Dua atlet putri panjat tebing asal Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) saling berhadapan di partai puncak nomor Speed World Record (WR) perorangan putri pada Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Utara ke-XII tahun 2025.
Bentrok sesama wakil Sitaro itu, menghadirkan drama tersendiri. Christiani Alfa Mumu, atlet muda yang tengah naik daun, tampil tak terbendung. Ia mengungguli seniornya, Aprilia N.S. Dalughu, dengan catatan waktu 11,956 detik—waktu yang memastikan medali emas pertama bagi kontingen Sitaro. Aprilia membawa pulang medali perak.
Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Sitaro, James Tamo, tak menyembunyikan kebanggaannya. Ia menyebut kemenangan itu menjadi energi tambahan bagi tim di nomor-nomor lanjutan.
“Semoga dengan perolehan hasil di hari pertama pada kompetisi panjat tebing di ajang Porprov ini bisa memotivasi para atlet panjat tebing yang akan berlaga di sisa nomor disiplin yang akan diperlombakan nanti,” ujarnya.
Dari jajaran pemerintah daerah, Bupati Kepulauan Sitaro, Chyntia I. Kalangit, juga memberi apresiasi.
“Atas nama pemerintah daerah, saya menyampaikan selamat dan terima kasih kepada para atlet Panjat Tebing yang telah menyumbangkan emas dan perak pertama untuk Sitaro. Ini adalah kebanggaan bagi kita semua. Semangat buat cabor yang lain, berjuanglah sepenuh hati, jiwa dan tenaga untuk Sitaro Masadada,” kata Bupati.
Sitaro sebenarnya juga menurunkan dua atlet putra di nomor Speed WR perorangan putra, yakni Arman Harun dan Jelou A.A. Laimba. Namun keduanya harus terhenti di fase kualifikasi dan final bracket.
Meski begitu, raihan emas–perak dari sektor putri pada hari pertama membuat kontingen panjat tebing Sitaro pulang dari venue dengan kepala tegak. Ajang masih panjang—dan langkah mereka baru saja dimulai.
(Penulis / Editor : Boni Baganu)
